SULTENG RAYA – Sepak bola selalu punya cerita tentang mimpi yang tumbuh dari tanah sederhana. Dari lapangan desa yang berdebu, dari teriakan warga di pinggir garis, hingga tekad para pemain muda yang tak pernah padam. Kini, cerita itu datang dari Desa Tomoli Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong, ketika PS Berlian Tomoli bersiap menantang panggung lebih besar: Liga 4 Seri Provinsi Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026.

Mereka datang bukan sekadar sebagai peserta. Dengan julukan “Laskar Diamonds”, tim ini membawa identitas—tentang kekuatan yang ditempa dari kesederhanaan, tentang pemain-pemain yang diasah oleh waktu, tekanan, dan kerja keras, layaknya berlian yang perlahan menemukan kilaunya.

Di balik tim ini, berdiri sosok pelatih kepala, Dr. Ir. Kasmudin Mustapa, S.Pd., M.Pd, yang meracik semangat sekaligus strategi. Baginya, “Laskar Diamonds” bukan sekadar nama, melainkan filosofi permainan dan perjalanan tim. “Berlian itu terbentuk dari proses panjang. Begitu juga pemain kami—mereka lahir dari latihan, disiplin, dan perjuangan,” ujarnya, penuh keyakinan.

PS Berlian Tomoli mengandalkan talenta muda lokal, mayoritas berasal dari Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, serta sejumlah pemain dari wilayah Sulawesi Tengah. Mereka bukan nama besar, tetapi justru di situlah kekuatan mereka—kolektivitas, kerja sama, dan semangat membuktikan diri.

Langkah mereka menuju Liga 4 bukan tanpa jejak. Status sebagai finalis Liga 4 Seri Kabupaten Piala Bupati Parigi Moutong menjadi pijakan penting. Sebuah bukti bahwa tim ini bukan sekadar penggembira, melainkan penantang serius di level provinsi.

Di tangan Kasmudin, yang berpengalaman membina pemain dari usia dini hingga level turnamen lokal serta telah memiliki lisensi kepelatihan, PS Berlian Tomoli terus bertumbuh sebagai tim yang mengedepankan organisasi permainan, taktik, dan kekompakan.