Fenomena ini menjadi potret nyata bahwa persoalan pelayanan kesehatan di daerah bukan semata soal tenaga medis atau fasilitas, tetapi juga menyangkut sistem pembiayaan yang belum sepenuhnya responsif terhadap kondisi lapangan.

Nurlian berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi konkret, salah satunya melalui skema dana talangan resmi bagi Puskesmas. Dengan begitu, pelayanan rujukan dapat berjalan tanpa harus bergantung pada pinjaman dari pihak luar.

Ia memperkirakan kebutuhan dana talangan untuk Puskesmas Moutong berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan, menyesuaikan dengan tingginya intensitas rujukan pasien yang mencapai 10 hingga 15 orang setiap bulan. “Harapan kami ada dana talangan, supaya pelayanan tetap jalan tanpa harus meminjam ke luar,” pungkasnya.

Di balik angka-angka dan laporan anggaran, kisah ini menjadi pengingat bahwa dedikasi tenaga kesehatan di daerah kerap melampaui batas kewenangan mereka. Ketika sistem belum sepenuhnya hadir, mereka tetap memilih bergerak—bahkan jika harus berutang—demi satu hal yang paling utama yakni menyelamatkan nyawa. AJI