“Kami meminta nelayan tidak membuang sampah ke laut dan menjauhi praktik pengeboman ikan maupun penggunaan racun. Alat tangkap yang merusak hanya akan memberikan dampak buruk jangka panjang bagi ekosistem kita dan merugikan generasi mendatang,” tegasnya.
Selain edukasi lingkungan, Satpolairud juga fokus pada penguatan situasi Kamtibmas di wilayah pesisir. Agung mengingatkan warga bahwa akses terhadap layanan kepolisian kini semakin mudah.
Bagi masyarakat yang mengalami kendala jarak untuk datang ke kantor polisi, ia mengarahkan warga untuk memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan ini disiapkan untuk merespons cepat aduan terkait gangguan keamanan maupun keperluan tugas kepolisian lainnya di wilayah perairan.
Kegiatan sambang ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi warga melalui kehadiran nyata personel Polri. “Melalui fungsi Binmas Perairan, kami ingin membangun komunikasi dan kemitraan yang solid. Dengan kehadiran personel yang intens di lapangan, kami berharap tercipta situasi kondusif di mana masyarakat merasa terlindungi dan didengarkan,” tutup Agung. AMR
