Ia juga mengisahkan beratnya perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah ke berbagai wilayah, termasuk ke Maluku Utara dan Kalimantan, dengan kondisi sarana transportasi yang sangat terbatas. Perjalanan yang ditempuh tidak jarang melalui medan sulit, baik laut maupun darat, bahkan harus menggunakan kendaraan sederhana dengan akses jalan yang belum memadai.

“Bayangkan bagaimana perjuangan beliau di masa itu. Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid juga mendorong lahirnya kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke dalam sistem pendidikan formal. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah menyiapkan regulasi daerah untuk mendukung kebijakan tersebut. “Kalau wajib belajar 13 tahun, amanah Guru Tua belum masuk di dalamnya. Karena itu kita harus perjuangkan wajib belajar 13 tahun,” kata Anwar Hafid.

Ia juga menyoroti kondisi para guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan. Menurutnya, banyak di antara mereka yang tetap mengabdi dengan penuh keikhlasan meskipun menerima honor yang sangat minim dan tidak menentu. Dalam konteks tersebut, Gubernur mengutip pesan almarhum Saggaf bin Muhammad Al-Jufri yang mendorong kepedulian masyarakat untuk membantu para guru, bahkan melalui hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa pesan itu lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi guru yang belum mendapatkan penghargaan layak. Selain isu pendidikan, Gubernur juga menyoroti pentingnya penataan kawasan haul agar lebih nyaman bagi jamaah. Ia mengaku telah berdiskusi dengan pihak Universitas Tadulako terkait desain kawasan tersebut. “Kita ingin tempat ini lebih representatif, lebih sejuk, dan nyaman. Ini akan kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu melanjutkan perjuangan Guru Tua, terutama dalam memperkuat pendidikan berbasis akhlak. “Kalau kita benar-benar cinta Guru Tua, mari kita lanjutkan perjuangannya. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan haul ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Junedien.

Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan anggota DPR RI seperti Abu Bakar Alhabsyi, Muhidin Mohamad Said, dan Longki Djanggola, bersama tokoh nasional Salim Segaf Al-Jufri dan Fadel Muhammad.  *WAN