Sebelum mendapatkan bantuan TJSL dari PLN, Kelompok Pangi Farm menghadapi tantangan pada tingginya biaya pakan dan rentannya kesehatan bibit ayam akibat suhu kandang yang tidak stabil. Namun, sejak implementasi teknologi berbasis listrik pada tahun 2025, kapasitas produksi meningkat signifikan.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian alat semata. PLN juga memberikan edukasi mengenai manajemen usaha dan pemeliharaan instalasi listrik yang aman untuk mendukung keberlanjutan usaha.
“Kami melihat potensi besar di Tomohon sebagai sentra peternakan. Melalui sistem pencahayaan dan pengatur suhu yang stabil, Kelompok Pangi Farm kini mampu menjaga produksi tetap konsisten meski di cuaca ekstrim sekalipun. Inilah yang kami sebut sebagai pemanfaatan listrik secara produktif,” jelasnya.
Keberhasilan Pangi Farm diharapkan menjadi role model bagi kelompok tani dan ternak lainnya di Sulawesi Utara untuk mulai mengadopsi teknologi digital dan elektrik dalam proses bisnis mereka.
Hingga Maret 2026, PLN UID Suluttenggo terus memperluas jangkauan program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan omset yang kini menembus jutaan rupiah, Pangi Farm membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai.*/HJ
