“Saya minta kepada seluruh petugas, lihat dengan mata hati. Jangan sampai ada ‘sistem kekeluargaan’. Bantuan ini harus benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa integritas distribusi sama pentingnya dengan kualitas bantuan itu sendiri. Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat ke depan.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menjelaskan bahwa proses pengecekan sebelum distribusi merupakan bagian dari prosedur standar untuk menjamin kualitas dan transparansi. Pelibatan perangkat desa juga dinilai penting agar proses penyaluran berjalan tepat sasaran.
Lebih dari sekadar bantuan sosial, program ini juga memiliki dampak strategis terhadap stabilitas harga pangan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, tekanan permintaan di pasar dapat ditekan sehingga harga beras tetap stabil dan terjangkau.
“Program ini direncanakan berlangsung empat kali dalam setahun, namun bisa bertambah sesuai kebijakan pemerintah pusat. Tugas kami di daerah memastikan koordinasi berjalan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Jusri.
Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ingin memastikan bahwa bantuan pangan periode ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara—hadir memastikan kualitas, menjaga keadilan, dan menjawab kebutuhan masyarakat di saat yang paling dibutuhkan. AJI
