Kapolda menekankan bahwa pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen moral yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara institusional maupun spiritual. Ia mengingatkan bahwa pakta integritas memuat sanksi tegas bagi setiap pelanggaran, mulai dari sanksi moral, administratif, hingga pidana.
Dalam arahannya, Kapolda memberikan penekanan khusus kepada seluruh pihak yang terlibat, serta mengimbau para calon anggota polri mengikuti proses seleksi dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri tanpa praktik percaloan atau sponsorship.
Kemudian, kepada seluruh panitia dan pengawas, Kapolda menegaskan agar menjaga integritas dan tidak melakukan penyimpangan dalam bentuk apa pun. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai prinsip yang telah kita sepakati bersama,”tegasnya.
Kapolda berharap seluruh rangkaian penerimaan anggota Polri tahun 2026 di jajaran Polda Sulawesi Tengah dapat berjalan lancar, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menghasilkan anggota Polri yang profesional, mahir, dan berintegritas tinggi.
Sementara, Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono mengajak masyarakat untuk turut mengawasi jalannya proses rekrutmen agar tetap berjalan sesuai prinsip yang telah ditetapkan. AMR
