Dari kunjungan tersebut, terlihat jelas bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar, bahkan di wilayah yang relatif dekat dengan pusat kota. “Ini dekat dengan kota, baru ada listrik, coba bayangkan bagaimana kondisi rakyat yang ada di pelosok daerah,” katanya.

Bagi Anwar Hafid, setiap program yang dijalankan harus memiliki dampak nyata dan langsung dirasakan masyarakat. BERANI Menyala bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari gerakan besar untuk menghadirkan keadilan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “Maka dari itu dengan adanya kunjungan ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan bantuan yang menyentuh langsung ke masyarakat,” tandasnya.

Melalui BERANI Menyala, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan terang tidak hanya dalam arti listrik, tetapi juga sebagai simbol harapan, kemajuan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. *WAN