Tak hanya edukasi, tim dosen juga memberikan pelatihan teknis kepada kader kesehatan terkait skrining risiko penyakit kardiovaskular. Pelatihan meliputi cara mengukur tekanan darah, mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, hingga menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).

Alfrida menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular serta meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini melalui pengukuran sederhana di lapangan.

Sementara itu, salah satu kader kesehatan Desa Uwemanje, Dewi Susanti mengaku pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. “Kami jadi lebih paham cara mengukur tekanan darah dan menghitung IMT dengan benar,”ungkap Dewi.

Kepala Desa Uwemanje, Erik Riksen, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tim Poltekkes Kemenkes Palu. Ia menilai edukasi tersebut sangat penting dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pola hidup sehat. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim dosen dan mahasiswa yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat kami,”ujar Erik.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di desa semakin meningkat. AMR