Selain itu, pembangunan konektivitas wilayah dan pengembangan kawasan ekonomi berbasis pertanian dan perikanan mulai menunjukkan hasil, termasuk penguatan kawasan agroperikanan dan hilirisasi komoditas unggulan seperti rumput laut.
Di bidang sosial dan ekonomi, pemerintah menjalankan program pemberdayaan masyarakat, bantuan usaha ekonomi produktif, serta stabilisasi harga kebutuhan pokok guna menjaga daya beli masyarakat. Program ini turut berkontribusi dalam pengendalian angka kemiskinan.
Secara makro, Sulawesi Tengah masih mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di atas rata-rata nasional. Sementara itu, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan, meski masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Gubernur juga mengungkapkan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator positif dari pelaksanaan program pembangunan daerah.
Meski mencatat sejumlah capaian, Anwar Hafid menegaskan masih terdapat berbagai tantangan strategis yang harus diselesaikan, seperti tingginya angka rumah tidak layak huni, peredaran narkoba, konflik agraria, serta persoalan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. “Pembangunan tidak hanya soal capaian angka, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta DPRD dalam mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah terpencil. Menutup penyampaiannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan program pembangunan berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. *WAN
