SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang melampaui batas jeruji besi.
Pada Jumat (6/3/2026), jajaran LPKA Palu melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pemberian bantuan sosial (bansos) kepada keluarga anak binaan yang dinilai kurang mampu secara ekonomi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan hubungan antara lembaga dengan orang tua atau wali anak binaan, sekaligus bentuk dukungan moral agar pihak keluarga tetap semangat mendampingi proses pembinaan anak-anak mereka.
Penyaluran bantuan ini terasa spesial karena diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Maulana Luthfiyanto, didampingi oleh Kepala LPKA Palu, Welli, penyerahan dilakukan secara simbolis namun penuh kehangatan di area kantor LPKA Palu.
Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga, mengingat banyak dari mereka yang terkendala jarak dan biaya saat hendak berkunjung atau sekadar menjalin komunikasi.
Kepala LPKA Palu menyatakan bahwa kesejahteraan keluarga di rumah memiliki dampak psikologis yang besar terhadap proses perubahan perilaku anak binaan di dalam lembaga. Dengan keluarga yang merasa diperhatikan, anak binaan pun akan merasa lebih tenang dan termotivasi untuk mengikuti program pembinaan dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa di bulan yang penuh berkah ini, hubungan antara anak dan orang tua tetap terjaga. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah simbol bahwa keluarga anak binaan adalah bagian dari keluarga besar kami,” ujar Welli.
Salah satu orang tua anak binaan, yang hadir dengan raut wajah haru, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh pihak LPKA Palu. “Kami merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka Bapak-Bapak di LPKA masih memikirkan kondisi kami di rumah. Bantuan ini sangat berarti bagi dapur kami, tapi yang lebih penting adalah rasa peduli ini. Kami merasa anak kami tidak hanya dihukum, tapi kami sekeluarga benar-benar dirangkul untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya sembari menyeka air mata.
Melalui kegiatan ini, LPKA Palu berharap dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan masyarakat, khususnya keluarga inti. Program bantuan sosial ini direncanakan akan menjadi agenda rutin sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan implementasi dari salah satu dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang humanis dan berakhlak.*/YAT
