Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Bupati berharap kegiatan ini mampu menjadi perekat sosial yang terus menguatkan nilai persaudaraan, toleransi, dan solidaritas di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak dalam menjaga harmoni sosial. “Pemuda adalah kekuatan utama dalam menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Momentum ini harus kita jadikan langkah bersama membangun daerah,” tegasnya.
Namun di balik suasana penuh kehangatan itu, Bupati turut mengingatkan tantangan serius yang dihadapi daerah, khususnya ancaman penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa Parigi Moutong termasuk wilayah yang rawan peredaran narkotika di Sulawesi Tengah. “Kita semua punya tanggung jawab memutus mata rantai narkoba. Saya mengajak generasi muda untuk mengatakan tidak pada narkoba dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” pesannya.
Peran keluarga, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan pun dinilai sangat penting dalam membentengi generasi muda agar tetap berada di jalur yang benar. Kegiatan yang berlangsung meriah ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas elemen, tetapi juga simbol kuat bahwa nilai-nilai kebersamaan masih tumbuh subur di tengah keberagaman masyarakat Bantaya.
Menutup rangkaian acara, Bupati menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus membuka secara resmi perayaan tersebut. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Hari Raya Ketupat ini saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
Turut hadir pada kegiatan itu Wakil Bupati, Abdul Sahid, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya. AJI
