Visi besar yang diusung tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. Faradiba mengungkapkan rencana konkret bersama Gufran Ahmad untuk mendorong investasi lintas daerah dan memperkuat hilirisasi sumber daya alam.
Menurutnya, sudah saatnya daerah mengambil peran utama, bukan lagi menjadi penonton atas kekayaan yang dimiliki. “Kita harus menjadi pemain langsung. Potensi daerah harus dikelola dengan baik agar memberikan nilai tambah yang kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sebagai contoh nyata, Parigi Moutong telah membuktikan langkah tersebut melalui komoditas durian yang berhasil menembus pasar internasional, termasuk Tiongkok. Keberhasilan ini menjadi pijakan optimisme bahwa pengelolaan potensi lokal secara serius dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Dengan latar itu, KADIN Parigi Moutong berharap kepemimpinan Gufran Ahmad nantinya mampu memperkuat sektor unggulan daerah, membuka akses investasi lebih luas, serta menjadikan KADIN sebagai mitra strategis pemerintah yang benar-benar hadir di tengah pelaku usaha.
Di ujung pernyataannya, Faradiba menyampaikan pesan penuh makna sekaligus harapan besar. Dukungan yang diberikan, kata dia, bukan sekadar sikap politik organisasi, melainkan bagian dari langkah panjang membangun masa depan ekonomi Sulawesi Tengah. “Ini bukan hanya soal dukungan, tetapi tentang masa depan. Saatnya kita bersatu, bergerak, dan mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi di daerah kita sendiri,” tutupnya. AJI
