SULTENG RAYA — Di tengah sunyi kawasan selatan Parigi Moutong, denyut aktivitas yang sempat mereda kini perlahan kembali terasa.

Dari Desa Torono hingga Salubanga, Kecamatan Sausu, kabar tentang munculnya kembali aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mulai mengemuka—membawa serta kekhawatiran lama tentang ancaman kerusakan lingkungan.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, sejumlah oknum penambang diduga telah mulai melakukan persiapan bahkan mengaktifkan kembali peralatan di beberapa titik. Aktivitas itu berlangsung diam-diam, namun cukup untuk memicu alarm kewaspadaan, terutama karena sebagian wilayah tersebut berada dalam kawasan sensitif secara ekologis.

Merespons situasi ini, Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan (Satgas PHL) Kabupaten Parigi Moutong tak tinggal diam. Langkah peninjauan lapangan tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi riil di lokasi.

Sekretaris Satgas PHL, Muhammad Idrus, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan terbaru. Ia mengakui, aktivitas PETI di Torono sempat mereda pada bulan Ramadan, namun laporan terkini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kegiatan tersebut kembali berdenyut.