SULTENG RAYA — Hamparan kebun durian khusunya di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong kini tak lagi sekadar menyuguhkan panen melimpah.

Di balik aroma khas buah unggulan itu, tumbuh harapan baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Harapan itu menguat seiring diresmikannya fasilitas packing house (PH) Pondok Durian Sulawesi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, l Anwar Hafid di Desa Masari Kecamatan Parigi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Peresmian fasilitas di bawah naungan PT Pondok Durian Sulawesi dengan omzet mencapai Rp12 miliar tersebut menjadi penanda penting arah baru pembangunan pertanian di Sulawesi Tengah—bergeser dari sekadar produksi menuju hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.

Di hadapan masyarakat dan sejumlah undangan, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pesan sederhana namun mendasar tentang peran pemerintah. Baginya, inti dari pemerintahan hanya dua: memastikan kesejahteraan dan menjamin rasa aman bagi rakyat.

Kehadiran packing house ini, menurutnya, bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya strategis memperkuat rantai nilai komoditas durian. Ia menilai inisiatif yang lahir dari kolaborasi swasta dan masyarakat menjadi contoh konkret bagaimana pembangunan tidak selalu harus digerakkan sepenuhnya oleh pemerintah. “Semakin besar peran masyarakat, semakin baik kualitas pemerintahan. Tugas pemerintah adalah hadir memberi dukungan,” ujarnya.

Pengalaman sebagai Bupati Morowali dua periode menjadi pijakan pandangannya. Ia menegaskan bahwa kemudahan investasi dan iklim usaha yang kondusif merupakan kunci utama percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah, kata dia, harus membuka ruang selebar-lebarnya bagi investor dan pelaku usaha untuk berkembang. “Kalau masyarakat sudah mampu mengambil peran, seperti membangun packing house ini, maka tugas pemerintah adalah hadir memberi dukungan,” katanya.