“Hati lah yang sejatinya mengendalikan tubuh, bukan otak. Otak hanya memikirkan strategi, kemudian hati yang menentukan diri ini harus bergerak atau tidak,” jelasnya.

‎Hal itu tercermin dari masih banyaknya manusia yang tidak mengindahkan panggilan ibadah. Ketika seseorang tidak tergerak untuk menunaikan salat saat azan berkumandang, hal itu menunjukkan hati yang belum tersentuh. “Kalau ada panggilan adzan dan kita tidak tergerak untuk segera melaksanakan salat, itu karena tidak ada perintah dari hatinya,” ungkapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid menekankan pentingnya membersihkan hati secara konsisten. Ia menyebut Al-Qur’an sebagai sarana utama dalam proses tersebut, selain zikir yang dilakukan secara rutin. “Maka dari itu hati harus sering dibersihkan, caranya harus Al-Qur’an yang sapu setiap hari, itulah pembersih hati, berzikir, baca Al-Qur’an,” tuturnya.

‎Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, setiap orang Islam wajib punya Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an ini sebagai pegangan hidup kita,” tegasnya. *WAN