SULTENG RAYA — Suasana hari pertama masuk kerja pasca libur Idulfitri 1447 H di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tak sekadar diwarnai apel rutin. Wakil Bupati Abdul Sahid memanfaatkannya sebagai momentum untuk “memanaskan” kembali disiplin dan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di halaman Kantor Bupati, Rabu (25/03/2026), Abdul Sahid tampil dengan arahan yang lugas—menyentuh hal-hal mendasar yang kerap dianggap sepele, namun berdampak besar: kebersihan, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan publik.

Baginya, lingkungan kerja yang bersih bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan tanggung jawab dan budaya kerja ASN. Ia pun menginstruksikan kebiasaan sederhana namun terukur. “Sebelum memulai aktivitas, luangkan waktu 30 menit untuk membersihkan lingkungan kerja. Setelah itu, baru jalankan tugas seperti biasa,” tegasnya.

Arahan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat, kata dia, turut memberi perhatian serius terhadap aspek kebersihan yang harus diimplementasikan hingga ke daerah. Namun lebih dari itu, Abdul Sahid ingin memastikan kebersihan menjadi budaya, bukan sekadar rutinitas sesaat.

Tak berhenti di situ, ia juga mengirim sinyal kuat soal pengawasan. Wabup memastikan tidak akan hanya duduk di balik meja. Ia akan turun langsung memantau kinerja tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahkan tanpa pemberitahuan.