Ia menegaskan bahwa kesuksesan yang diraih seseorang tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, khususnya seorang ibu. “Banyak dari kita meraih keberhasilan hari ini karena doa orang tua, terutama seorang ibu. Karena itu, sudah seharusnya kita memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang dan penghormatan,” katanya.

Dalam khutbah tersebut, ia juga menyinggung bagaimana kasih sayang seorang ibu bahkan menginspirasi lahirnya berbagai peradaban manusia. “Dalam sejarah manusia, kasih sayang seorang ibu bahkan melahirkan peradaban. Ada kisah tentang seorang ibu yang berusaha memberi makan anaknya dengan memanfaatkan umbi-umbian di sekitar tempat tinggalnya ketika manusia masih sibuk berburu. Dari situlah manusia mulai mengenal praktik bercocok tanam,” jelasnya.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa banyak pengetahuan dan peradaban lahir dari naluri kasih sayang seorang ibu. Ia juga menyampaikan bahwa doa seorang ibu pada dasarnya sangat sederhana, yakni berharap anak-anaknya dapat hidup lebih sukses dan bahagia dibandingkan dirinya. “Doa seorang ibu itu sederhana. Ia hanya ingin melihat anak-anaknya hidup lebih bahagia dan lebih sukses daripada dirinya,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan besarnya pengorbanan orang tua dan memanfaatkan sisa kehidupan untuk berbakti kepada mereka. “Mari kita gunakan sisa hidup yang kita miliki untuk berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, khatib juga mengajak jemaah untuk mendoakan warga sipil di berbagai negara yang tengah dilanda peperangan. “Di hari yang penuh kemenangan ini, mari kita juga mendoakan saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia yang masih dilanda peperangan. Semoga mereka diberikan kekuatan, yang gugur dijadikan syuhada, dan semoga Allah menghadirkan kedamaian bagi mereka,” ujarnya. ENG