Kini kelompok itu telah memproduksi beragam produk kerajinan, antara lain kain katun, sutra, dan linen bermotif ecoprint, pashmina, kaus, topi, tas, juga bantal leher dan botol tumbler stainless (tahan karat). Harga yang ditawarkan bervariasi, dari Rp150.000 hingga Rp700.000, tergantung bahan dan jenis produk.
Beberapa karya telah dipasarkan ke perusahaan di kawasan IMIP sebagai cenderamata. Pada Agustus 2025, misalnya, sejumlah produk seperti tumbler stainless dan topi batik ecoprint dibeli perusahaan di kawasan tersebut. Rina menuturkan, kelompoknya berencana memperluas pemasaran produk, termasuk peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan di kawasan industri mineral berbasis nikel tersebut.
“Kami berharap ke depan bisa menjalin kesepakatan kerja sama dengan IMIP untuk memasok produk dalam jumlah lebih banyak. Semoga nanti bisa dipajang juga di Bandara IMIP sebagai oleh-oleh,” proyeksinya.
Selain penjualan langsung, kelompok ini aktif mempromosikan produk melalui pameran yang difasilitasi pemerintah desa dan kecamatan setempat. Salah satunya melalui kegiatan pameran di Balai Desa Bahodopi pada Juli 2025. Mereka juga tengah mempersiapkan pameran produk dalam ajang lomba antarkecamatan April mendatang.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Kelompok Ecoprint Wanita Sejahtera Bahomakmur akan lebih menata pembukuan keuangan dan kapasitas produksi. Beberapa peralatan pendukung seperti kompor gas, tabung elpiji, dan mesin jahit atau obras pun telah diajukan kepada pihak CSR IMIP.
Dengan semangat gotong royong dan kreativitas memanfaatkan bahan alami serta dukungan IMIP, para perempuan Bahomakmur berharap kerajinan ecoprint dapat terus berkembang sebagai sumber ekonomi baru bagi warga. “Kami ingin terus memperbaiki tata produksi dan pengelolaan kelompok agar bisa berkembang lebih baik,” ujar Rina. *WAN