Oleh: Dr. Fery, S.Sos., M.Si
(Dosen Universitas Muhammadiyah Palu)
Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada banyak keutamaan yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya.
Namun Ramadhan memiliki satu puncak kemuliaan, yaitu pada 10 malam terakhir. Di malam-malam inilah umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengapa 10 malam terakhir begitu istimewa? Karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Lailatul Qadri khairun min alfi syahr”
Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.
Seribu bulan itu setara dengan lebih dari delapan puluh tahun. Artinya, satu malam ibadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun. Inilah karunia besar dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadhan. Namun Rasulullah Muhammad SAW, sendiri tidak memastikan secara pasti kapan terjadinya malam tersebut. Hikmahnya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh 10 malam terakhir, bukan hanya menunggu satu malam tertentu.
Karena itulah Rasulullah SAW memberi teladan yang luar biasa pada 10 malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika memasuki 10 malam terakhir, Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
Ini menunjukkan bahwa 10 malam terakhir adalah waktu untuk memaksimalkan kedekatan kita kepada Allah SWT. Kita dianjurkan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, dan memanjatkan doa.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.
Makna Lailatul Qadar bukan hanya tentang mencari pahala yang besar, tetapi juga tentang perubahan diri. Malam itu adalah kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki hidupnya, memohon ampun atas dosa-dosanya, dan memohon agar masa depannya diberkahi oleh Allah SWT.