SULTENG RAYA – Dua desa di wilayah lingkar tambang Kabupaten Morowali kini memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) melalui program investasi sosial PT Vale Indonesia Tbk.
Fasilitas tersebut dibangun di Desa Dampala dan Desa Unsongi dengan pendampingan PT Vale IGP Morowali sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Salwa Ahmad, mengatakan program TPS3R menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan.
Menurut Salwa, pembangunan TPS3R di dua desa tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, terlebih Kabupaten Morowali saat ini menghadapi persoalan darurat sampah.
“Program TPS3R saat ini ada dua desa yang mulai merasa bahwa pengelolaan sampah itu penting. Desa Dampala dan Desa Unsongi melalui program PPM kami membangun TPS3R, dan saat ini bangunannya sudah selesai serta seluruh infrastrukturnya sudah tersedia,” kata Salwa pada kegiatan buka puasa bersama dengan Jurnalis di Kota Palu, Kamis (12/3/2026).
PT Vale IGP Morowali sendiri saat ini telah memiliki TPS3R yang berada di Desa One Pute Jaya sebagai role model pengembangan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Ia menjelaskan, PT Vale tidak memaksakan masyarakat untuk terlibat dalam program pengelolaan sampah. Partisipasi warga sepenuhnya berbasis kesadaran lingkungan yang terus didorong melalui sosialisasi berkelanjutan.
“Kami tidak memaksakan keluarga untuk ikut dalam TPS3R One Pute Jaya ini. Namun bagi mereka yang sadar akan pentingnya mengelola sampah, merekalah yang terlibat. Dengan sosialisasi yang terus kami lakukan, kami berharap partisipasi masyarakat akan terus meningkat,” katanya.
Saat ini, TPS3R One Pute Jaya telah melibatkan sekitar 267 kepala keluarga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sepanjang 2025, fasilitas tersebut berhasil mengelola sekitar 55 ton sampah organik, enam ton sampah anorganik, serta 156 ton residu.
Selain itu, pengelolaan sampah juga diperkuat melalui kemitraan dengan Bank Sampah Induk Kabupaten Morowali yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morowali.
PT Vale juga aktif melakukan edukasi lingkungan kepada generasi muda dengan menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di 15 sekolah dasar yang tersebar di 13 desa binaan lingkar tambang.
Melalui berbagai upaya tersebut, perusahaan berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di wilayah Morowali. RHT