Namun katanya, wisuda tahfiz bukan akhir, namun awal perjuangan yang sesungguhnya dalam mempertahankan hafalan. “Di luar sana apapun nanti profesi kalian, jadikanlah al-quran sebagai teman dan tuntunan dalam hidup,”pesannya.

Kementerian agama sebutnya, sangat bangga pada madrasah penghasil  penghafal al-quran. Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar saja, namun juga orang pintar yang hatinya ada al-quran di dalamnya. “Para guru dan pembina ini akan menjadi pahala yang akan terus mengalir sepanjang itu terus diamalkan oleh anak-anak kita,”ujarnya.

Kepala MAN IC Kota Palu, Mardiati Rosma menyampaikan jika madrasah yang dipimpinnya itu sebagai madrasah prototipe  unggulan dalam riset dan unggulan dalam kegiatan keagamaan. Disamping itu peserta didiknya memiliki amanah unggul dalam riset di tingkat madrasah, sehingga setiap angkatan harus memiliki prestasi kompetisi riset di tingkat nasional.

Kali ini terdapat 108 peserta didik kelas 12 angkatan 8 yang mengikuti Wisuda Tahfidz Al Quran, minimal mereka memiliki hafalan 3 juz hasil binaan boarding school yang memiliki kurikulum tersendiri. “Keunggulan akademik dan riset mereka dapatkan di pagi hari, dan keunggulan keagamaan mereka dapatkan di sore hari, diantara mereka banyak yang memiliki hafalan di atas 3 juz bahkan ada yang 14 juz,”sebut Mardiati.

Ia menambahkan, jika pembinaan keagamaan di madrasah ini tidak hanya sekadar hafal al-quran, melainkan juga harus memiliki kemampuan  qira’atul qur’an, tadabur quran, menalaah isi dan kandungan serta mempratekan dalam kehidupan sehari-hari. “ Sehingga ini akan menjadi modal mereka saat berada di tengah-tengah masyarakat, menjadi masyarakat qurani,”tutup Mardiati.

Dalam prosesi wisuda tersebut, para peserta juga menjalani uji hafalan secara langsung oleh sejumlah penguji, di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Kepala Kemenag Kota Palu, Ketua Komite MAN IC Palu, Kepala MAN IC Palu, serta para pembina tahfidz.ENG