“Program penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk mendorong kemandirian pangan daerah. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut berperan aktif mendukung program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Kapolres.
Dalam program tersebut, pada kuartal pertama tahun 2026 ditargetkan penanaman jagung seluas 15 hektare. Sementara secara keseluruhan dalam kurun waktu satu tahun, Polres Parigi Moutong menargetkan 700 hektare lahan jagung yang akan ditanam secara bertahap dalam empat kuartal, dengan masing-masing kuartal sekitar 176 hektare.
Menurut Kapolres, program ini juga melibatkan kelompok tani lokal agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. “Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan kelompok tani dapat terus diperkuat sehingga target 700 hektare penanaman jagung dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Parigi Moutong,” tambahnya.
Selain sebagai upaya memperkuat sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah berbasis potensi lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, Parigi Moutong diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi dalam program swasembada pangan nasional. */AJI