Pada Desember 2025 lalu, penanaman serupa kembali dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Matansala (Morowali), Desa Tosale (Donggala), Kelurahan Bungkutoko (Kendari), serta Desa Tapulaga (Konawe), sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir. Hingga tahun 2026 ini, IMIP menargetkan penanaman hingga 150.000 bibit mangrove.
Di sektor konservasi terestrial, dikembangkan IMIP EduPark seluas 23 hektare sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian bagi satwa endemik Sulawesi. Pada tahun 2024, bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), perusahaan pengelola kawasan industri terintegrasi dengan produk utama nikel tersebut turut memindahkan 20 ekor Macaca Ochreata ke habitat baru di Taman Wisata Alam Tokobae.
Langkah pengurangan emisi juga diterapkan melalui transisi energi. Sejumlah tenant di kawasan IMIP telah menggunakan 502 unit kendaraan listrik untuk operasional. Selain itu, PT Huayue Nickel Cobalt memanfaatkan kembali energi panas dari proses industri untuk pembangkit listrik mandiri.
PT Dexin Steel Indonesia bahkan sudah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 65,89 MWp dengan pemasangan 119.800 panel surya di area atap seluas sekitar 396.700 meter persegi, dilengkapi sistem penyimpanan energi 22 MW/22 MWh. Pengembangan tambahan PLTS sebesar 18 MW untuk fasilitas bahan baku saat ini telah mencapai progres sekitar 80 persen.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen IMIP untuk menjalankan industri secara bertanggung jawab sekaligus mendukung agenda global penanganan perubahan iklim. COP30 menjadi momentum memperkuat aksi nyata mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim. Kami berupaya memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Diketahui, delegasi IMIP turut serta dalam Forum COP30 Brasil pada tanggal 10–21 November 2025 lalu. Agenda tersebut membahas implementasi Perjanjian Paris, pengurangan emisi global, perlindungan hutan tropis dan biodiversitas, penguatan transisi energi bersih serta pembiayaan teknologi hijau dalam menghadapi krisis iklim global.
Partisipasi tersebut sekaligus menegaskan konsep operasional IMIP melalui penerapan prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya dan berupaya meminimalisir dampak dalam setiap proses produksi. *WAN