Namun dari sekian banyak agenda pembangunan, satu komoditas yang menurutnya memiliki masa depan besar bagi daerah adalah durian Parigi Moutong.

Dengan penuh optimisme, Bupati menyampaikan bahwa durian dari Parigi Moutong memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Bahkan, beberapa waktu lalu daerah ini telah melakukan ekspor perdana durian langsung ke Tiongkok.

“Durian kita ini memang yang terbaik. Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan ekspor langsung durian perdana ke Tiongkok. Ini harus kita sambut bersama. Mari kita jadikan Kabupaten Parigi Moutong mendunia melalui duriannya,” ujar Bupati.

Menurutnya, selain memiliki cita rasa yang khas, durian Parigi Moutong juga memiliki potensi besar untuk menembus pasar global dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati juga mengungkapkan rencana kunjungan wisatawan dari Tiongkok yang dijadwalkan tiba pada 17 April 2026 melalui penerbangan langsung ke Kota Palu. Para wisatawan tersebut disebut-sebut akan melanjutkan perjalanan ke Parigi Moutong untuk menikmati durian yang terkenal kelezatannya.

“Saya sudah ditemui perwakilannya di sini. Mereka menyampaikan bahwa para turis itu setelah tiba di Kota Palu akan langsung menuju Parigi Moutong. Selama ini mereka menikmati durian yang masuk dari Thailand, tetapi mereka tahu bahwa asalnya dari Parigi Moutong,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis ke depan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan program pengembangan kebun durian dengan skala dua hektare di setiap desa yang akan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai salah satu sentra durian unggulan di Indonesia. “Insya Allah kita mulai berpikir untuk masa depan daerah kita. Durian yang masuk ke Tiongkok saat ini baru memenuhi sekitar dua persen dari kebutuhan masyarakat di sana. Artinya pasarnya sudah sangat jelas,” tegas Bupati.

Rangkaian Safari Ramadan itu kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat Desa Kasimbar, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga di bulan suci Ramadan. AJI