SULTENG RAYA– Proses verifikasi calon penerima Beasiswa Berani Cerdas di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu tengah berlangsung. Tercatat sekitar 353 calon mahasiswa program sarjana (S1) mencoba mendapatkan kesempatan melalui program bantuan pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Wakil Rektor II Unismuh Palu, Dr. Burhanuddin, SE., MM, menjelaskan bahwa tahapan verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh calon penerima memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan. Selain itu, proses tersebut juga bertujuan menghindari kemungkinan mahasiswa menerima lebih dari satu jenis beasiswa.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan kelengkapan administrasi sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menerima beasiswa ganda,” ujar Burhanuddin, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Unismuh Palu memiliki sejumlah program beasiswa selain Berani Cerdas. Karena itu, pihak kampus harus memastikan distribusi bantuan pendidikan tersebut berjalan secara adil dan merata.

“Terpenting jangan sampai mahasiswa dobel menerima beasiswa. Di Unismuh Palu bukan hanya ada Beasiswa Berani Cerdas, tetapi juga beberapa program beasiswa lainnya. Jika seseorang sudah menerima beasiswa, maka harus diberikan kesempatan kepada mahasiswa lain agar bantuan ini bisa dirasakan secara merata,” jelasnya.

Program Beasiswa Berani Cerdas merupakan salah satu terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah dan mulai dirasakan manfaatnya oleh ribuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah diperkirakan mencapai sekitar 32.000 mahasiswa. Program ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Bahkan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi direncanakan akan berkunjung ke Sulawesi Tengah untuk meluncurkan secara resmi program tersebut dalam rangka mendukung gerakan Kampus Berdampak.

Burhanuddin berharap para mahasiswa yang nantinya ditetapkan sebagai penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dan penuh tanggung jawab.

“Manfaatkan ini sebaik-baiknya. Dana yang digunakan berasal dari APBD yang nilainya sangat besar, sehingga harus dipergunakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Menurutnya, hal tersebut penting agar program beasiswa dapat terus berkelanjutan tanpa menjadi beban anggaran daerah pada tahun-tahun mendatang. ENG