Inilah kearifan sejati yang sebenarnya harus menjadi dasar kita hidup berdampingan dalam toleransi dan harmoni.

Maka menghormati orang yang berpuasa, bagi orang yang tidak berpuasa adalah hal mutlak. Ini hal yang semestinya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tidak melakukan aktivitas makan minum dihadapannya secara vulgar.  Begitu pula menghormati orang yang tidak berpuasa, juga keniscayaan yang harus dilakukan dengan cara arif dan bijaksana.  Selama dilakukan dalam koridor etika sosial yang dianut di masyarakat.

Kedua belah pihak harus bisa bijak menyikapi, sehingga ibadah yang mulia ini tidak menjadi alasan untuk memantik kesalahan fahaman. ***