SULTENG RAYA – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tolitoli, Abdullah Haruna, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait prediksi gempa megathrust besar akan terjadi di seluruh Indonesia pada tahun 2026 adalah tidak benar atau hoaks.
Menurutnya, kabar tersebut mencatut nama BMKG tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa BMKG tidak pernah menyampaikan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. “Dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, belum ada metode yang mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi,” ujar Abdullah di Kabupaten Tolitoli.
Ia menjelaskan, BMKG secara rutin melakukan pemantauan aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia, mengkaji potensi sumber gempa, serta menyampaikan informasi resmi berbasis data ilmiah. Namun, kajian potensi gempa berbeda dengan prediksi waktu kejadian. “Informasi potensi gempa bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, bukan untuk menimbulkan kepanikan,” tegasnya.