Hari ini, tawaran untuk back to nature, grounding, hingga berjemur dijadikan solusi alternatif bagi mereka yang mencari ketenangan. Bayangkan, begitu banyak hal material yang dimiliki oleh seseorang, namun tidak juga ia bisa mendapatkan ketenangan didalam dirinya. Bagaimana hal ini bisa hadir jika pencapaian seseorang hari ini masih di ukur dengan materi? Pada akhirnya orang kehilangan makna hidup yang mendalam dalam dirinya.
Dalam buku Peta Jiwa yang ditulis oleh Ummu Balqis, dikatakan bahwa “ketenangan bukan berarti hidup tanpa gelombang. Tenang berarti tahu kemana harus berlabuh ketika badai datang”. Dalam persepktif islam, tenang bukan sebuah kondisi melainkan sebuah kesadaran, bahwa setiap hal berada dalam kendali ALLAH. Dunia saat ini mengenal istilah mental wellbeing, mental wellness dalam mendalami kesehtaan mental yang seimbang. Padahal didalam islam kita di ajarkan dengan menyadari keberadaan pencipta kita, keberadaan apa yang ALLAH atur, sesungguhnya hati kita menjadi tenang.
Seperti yang termaktub dalam surat al fath ayat 4 “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)”, sesungguhnya hati akan menjadi tenang Ketika kita berzikir, mengingat dan mengangunkan tuhan kita ALLAH.
Puasa tidak hanya diartikan menahan lapar dan dahaga, lebih jauh lagi puasa di bulan Ramadhan adalah latihan bagi umat islam untuk senantiasa bertakwa serta menjauhkan dari hingar binger gemerlap dunia yang material. Puasa tidak hanya menjadikan umat islam seharus sehat secara biologis tapi juga sehat secara mental hingga spiritual.
Ramadhan adalah sebaik-baik bulan bagi umat islam. Bulan penuh keberkahan dan momentum umat islam menjadi lebih takwa kepada tuhannya. Bulan ini juga dikatakan menjadi bulan dimana umat islam diseluruh penjuru dunia di spesialkan, dengan pahala puasa yang didapatkan, dengan aktivitas dari ia bangun hingga tertidur kembali. Maka, sudah selayaknya Ramadhan kali ini menjadi momentum menenangkan jiwa, menjadikan diri kita kembali mencari dan menapaki jejak-jejak ketenangan yang selama ini kita cari, dan semoga kita lah bagian dari umat islam itu yang senantiasa roja’ kepada penciptanya dan menemukan ketenangan itu. ***