Lebih mengkhawatirkan lagi, pola musiman DBD yang memuncak pada musim hujan dapat berubah menjadi siklus tahunan jika tidak ada tindakan kuat. DBD bukan hanya masalah medis, tetapi juga indikator lemahnya sistem kesehatan masyarakat dan rendahnya pengetahuan warga tentang risiko lingkungan. Media massa memiliki peran besar untuk terus menyuarakan fakta ini dan mendorong publik serta pemangku kebijakan untuk tidak melupakan pencegahan DBD ketika tren kasus turun.
Pencegahan DBD membutuhkan kolaborasi lintas sektor pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, media, dan tentu saja masyarakat itu sendiri. Penyuluhan intensif, pengelolaan sampah yang lebih baik, akses air bersih yang aman, serta pengawasan lingkungan secara terpadu adalah elemen penting yang harus dijalankan tanpa jeda. Model-program inovatif seperti detektif jentik atau keterlibatan kader kesehatan lokal dapat menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
DBD di Poso adalah alarm kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Data menunjukkan bahwa risiko penyakit ini masih tinggi dan berulang setiap tahun. Media massa harus terus mengangkat isu ini secara komprehensif, bukan hanya ketika kasus melonjak tajam. Kepedulian publik dan tindakan nyata harus dibangun sejak dini karena mencegah lebih baik dan lebih murah daripada mengobati jumlah kasus yang terus meningkat.*