SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Sigi dalam Rakornas tersebut menegaskan komitmen daerah dalam mendukung sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan program prioritas pembangunan nasional.
Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dihadiri ribuan kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta perwakilan kementerian dan lembaga dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, hadir bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Sigi, yakni Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., serta Kepala Kejaksaan Negeri Sigi M. Aria Rosyid, S.H., M.H. Seluruh jajaran mengikuti rangkaian Rakornas secara penuh.
Dalam taklimat yang berlangsung lebih dari 4,5 jam, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Presiden mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya, Indonesia tidak pernah lepas dari pengaruh konflik ideologi dan pertarungan kepentingan global yang berpotensi berdampak terhadap stabilitas ekonomi, keamanan, dan ketahanan nasional.
Presiden juga menyoroti sejumlah konflik internasional yang tengah berlangsung, seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza. Menurutnya, konflik tersebut memberikan dampak luas, termasuk bagi negara-negara yang tidak terlibat secara langsung. βMarilah kita waspada dan memahami tantangan-tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini,β tegas Presiden Prabowo.
Berdasarkan pengalamannya dalam berbagai pertemuan internasional, termasuk World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap potensi konflik global berskala besar menjadi perhatian serius para pemimpin dunia.