“Saya punya cita-cita yaitu Sulteng Nambaso, Sulteng yang besar. Dengan adanya DMDI ini kami berharap budaya kita bisa kembali besar,” kata Anwar Hafid di Ballroom Best Western Hotel, Palu, Senin (26/01/2026).

Lebih jauh, Anwar Hafid menilai keberadaan DMDI di Sulawesi Tengah tidak hanya berfungsi sebagai wadah kebudayaan, tetapi juga sebagai jembatan strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan berbagai negara, khususnya di kawasan Melayu dan dunia Islam.

Melalui jejaring internasional yang dimiliki DMDI, ia berharap terbuka peluang kolaborasi lintas negara di berbagai sektor pembangunan, mulai dari kebudayaan, pendidikan, hingga ekonomi dan investasi. “Semoga bisa menghasilkan kerjasama di berbagai sektor,” terangnya.

Anwar Hafid optimistis hadirnya DMDI di Sulawesi Tengah akan menjadi pintu masuk percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, jaringan internasional yang terbangun dapat memperluas kemitraan strategis Sulawesi Tengah dengan negara-negara sahabat, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional dan global.

“Ini bisa menjadi jalan untuk kita membuka investasi untuk berbagai pembangunan Sulawesi Tengah,” tandasnya.

Dengan mengemban peran ganda sebagai Gubernur dan Ketua DMDI Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk terus bekerja menghadirkan kemajuan yang berakar pada nilai budaya, kolaborasi internasional, dan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah secara berkelanjutan. *WAN