Babak kedua menjadi panggung drama. Pelatih Khatulistiwa, M. Nur, melakukan rotasi untuk menambah daya gedor, langkah yang diimbangi pelatih Bhayangkara Jurnalis, Fakhruddin. Intensitas pertandingan meningkat, jual beli serangan tak terhindarkan. Kedua penjaga gawang dipaksa jatuh bangun mengamankan gawangnya. Bahkan laga sempat terhenti setelah kiper Khatulistiwa, Rais, mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan medis. Di sisi lain, kiper Bhayangkara Jurnalis, Hadirun, juga sempat mendapat perawatan akibat luka lecet di bagian siku.

Tekanan Khatulistiwa akhirnya berbuah hasil cepat. Baru delapan menit babak kedua berjalan, Arlan muncul sebagai penyelamat. Berawal dari kemelut di depan gawang Bhayangkara Jurnalis, bola liar disambar Arlan tanpa ampun. Hadirun tak mampu menahan laju bola. Skor kembali imbang 1-1, dan tensi laga pun meninggi.

Menjelang akhir pertandingan, emosi pemain mulai memuncak. Adu fisik tak terelakkan, memaksa wasit Rehan mengeluarkan tujuh kartu kuningβ€”empat untuk Khatulistiwa dan tiga untuk Bhayangkara Jurnalisβ€”demi menjaga laga tetap dalam kendali.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. Hasil ini memastikan kedua tim melaju ke babak knock out. Bhayangkara Jurnalis berhak keluar sebagai juara Grup C berkat keunggulan selisih gol dari laga sebelumnya, sementara Khatulistiwa Lemusa harus puas sebagai runner-up. AJI