Bahkan, Anwar Hafid menyebut program tersebut sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Tengah. Pada 2026, Pemerintah Provinsi menargetkan lahirnya 10 ribu wirausaha baru. “Ini klop dengan program KADIN Parigi Moutong. Nanti buat MoU. Kalau ada dananya, kita bermitra. KADIN yang bina,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Gubernur menegaskan, Pemprov Sulawesi Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi antara KADIN kabupaten dengan dinas-dinas provinsi, demi satu tujuan bersama, ekonomi masyarakat yang tumbuh lebih sehat, kuat, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menaruh harapan besar pada kepengurusan KADIN yang baru. Ia menekankan pentingnya program yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. “KADIN harus menjadi motor penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Bupati, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama untuk melahirkan Parigi Moutong yang maju dan berdaya saing. “Amanah ini tanggung jawab besar, sekaligus peluang besar untuk mengonsolidasikan potensi dunia usaha,” tutupnya.
Dengan kepengurusan baru dan gagasan yang berangkat dari rumah-rumah warga, KADIN Parigi Moutong kini tidak sekadar berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Ia sedang menanam mimpi—bahwa dari setiap rumah, akan lahir pengusaha, dan dari setiap pengusaha, masa depan daerah bisa dibangun bersama.
Turut hadir pada pelantikan itu para pejabat pemerintah daerah, perwakilan dunia usaha kepala BPJS serta tamu undangan lainnya . AJI