Babak pertama berakhir tanpa gol, meski ketegangan terasa di setiap sentuhan.
Memasuki babak kedua, wajah Rajawali berubah. Tekad menjaga asa lolos membuat mereka tampil lebih agresif. Aliran bola dari Jendris dan Baim ke trio penyerang Sahril, Sandi, dan Alfin mulai merepotkan pertahanan Bintang Timur.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42. Tendangan bebas Jendris yang tampak sederhana justru mematikan—bola meluncur pelan, melewati pagar hidup, dan bersarang di sudut kiri atas gawang Bintang Timur.

Lapangan Patriot pun bergemuruh. Rajawali unggul 1-0.
Laga kian memanas. Kedua tim saling menyerang, membuat para pendukung menahan napas. Delapan menit berselang, Rajawali kembali menggigit. Tendangan bebas dari sisi kiri dikirim mendatar ke kotak penalti, Syahrir menyentuh tipis bola, arahnya berubah, dan mengecoh Luhur. Skor 2-0 untuk Rajawali.

Unggul dua gol, Rajawali memilih bermain lebih sabar. Momentum itu dimanfaatkan Bintang Timur untuk menekan habis-habisan. Rivaldi naik lebih ke depan, melepas umpan-umpan panjang berbahaya. Berkali-kali Paskal tampil sebagai benteng terakhir, mematahkan peluang demi peluang.
Namun kelas Rivaldi akhirnya berbicara. Pada menit ke-58, tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter dilepaskan sempurna ke sudut kanan atas gawang Rajawali—gol indah yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Sayang bagi Bintang Timur, sisa waktu tak cukup. Skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjaga napas Rajawali Petapa di Gubernur BERANI Cup 2026. Asa lolos masih terbuka, dengan catatan Bintang Timur Pangi harus terpeleset—imbang atau kalah saat menghadapi Kaili Putra Kayuboko. AJI