Tenny juga menjelaskan rencana pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Kota Palu yang berpotensi ditangani oleh Kemendukbangga/BKKBN. Ia menegaskan bahwa menu MBG harus disesuaikan dengan sasaran, dimana kebutuhan gizi bayi, balita, dan ibu hamil berbeda.
“Selain itu, pentingnya validasi data ibu hamil dan balita dalam database SPPG dan pemutakhiran data Tim Pendamping Keluarga (TPK) secara berkala,” kata Tenny.
Sementara itu, Kepala Dinas OPDKB Kota Palu, Ridwan Mustafa, menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan capaian program. Ia juga menyampaikan keterbatasan tenaga bidan yang akan dibahas lebih lanjut, serta menegaskan kesiapan dinas dalam mendukung pelaksanaan program Banggakencana di Kota Palu. AMR