SULTENG RAYA-SMA Kristen Bala Keselamatan Palu secara resmi mengajukan permohonan bantuan tenaga pustakawan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai upaya peningkatan mutu layanan serta tata kelola perpustakaan sekolah. Permohonan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan sekolah dalam menghadapi akreditasi perpustakaan.
Permohonan disampaikan melalui surat resmi bernomor 400.3.12.1/…/SMA-BK/I/2026. Pihak sekolah berharap adanya dukungan tenaga pustakawan profesional serta tenaga pendamping yang dapat membantu penguatan tata kelola perpustakaan di lingkungan SMA Kristen Bala Keselamatan Palu.
Kepala SMA Kristen Bala Keselamatan Palu menyampaikan bahwa keberadaan tenaga pustakawan sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan layanan literasi di sekolah.
“Perpustakaan sekolah kami masih membutuhkan penguatan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pengelolaannya. Dukungan tenaga pustakawan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan literasi bagi siswa dan guru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi perpustakaan sekolah saat ini masih memerlukan pembenahan, mulai dari administrasi layanan, pengelolaan koleksi, hingga penerapan standar pengelolaan perpustakaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya pustakawan yang kompeten, kami optimistis perpustakaan dapat dikelola secara lebih profesional dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari permohonan tersebut, pihak SMA Kristen Bala Keselamatan Palu belum lama ini melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala Bidang P3KM.
Dalam pertemuan tersebut dibahas kondisi aktual perpustakaan sekolah, kebutuhan tenaga pustakawan, pola pendampingan pengelolaan perpustakaan, serta strategi penguatan kelembagaan perpustakaan sekolah. Selain itu, turut dibicarakan langkah peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, penataan administrasi layanan, pengembangan koleksi, hingga penguatan program literasi sekolah.
Muh. Idham Khalid menyambut baik inisiatif sekolah dalam memperkuat pengelolaan perpustakaan.
“Kami mengapresiasi langkah proaktif pihak sekolah yang berupaya meningkatkan kualitas perpustakaan. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dan penguatan budaya literasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pola pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. “Pendampingan tidak hanya terkait tenaga pustakawan, tetapi juga penguatan kelembagaan, administrasi layanan, dan program literasi agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal,” jelasnya. ENG