SULTENG RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menargetkan pengadaan 11.000 ton beras lokal dan 3.000 ton jagung sepanjang 2026.
Penyerapan beras dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pembelian dalam bentuk gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram dan beras dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan target tersebut terus digalakkan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat, khususnya para petani.
“Ini semua kita galakkan, kita sosialisasikan ke masyarakat terutama petani. Terutama soal penyerapan gabah, karena selama ini rata-rata petani masih menjual dalam bentuk beras,” ujar Jusri saat diwawancarai, Kamis (15/1/2026).
Menurut Jusri, secara umum hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah memiliki potensi untuk penyerapan gabah. Namun, dalam waktu dekat, wilayah Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dulu memasukkan stok ke Bulog.
“Wilayah serap gabah hampir di seluruh wilayah di Sulteng potensial. Hanya untuk saat ini, Donggala dan Parigi Moutong yang dalam waktu dekat mungkin stoknya sudah masuk,” jelasnya.
Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga menaikkan signifikan target penyerapan komoditas jagung. Jika pada tahun lalu Bulog hanya mampu menyerap sekitar 200 ton, maka pada tahun ini target dinaikkan menjadi 3.000 ton.
Harga serap jagung di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen. Sementara itu, jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dapat diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram dan sudah masuk gudang Bulog.
“Semoga nanti kita bisa capai target ini. Karena kami mencoba tanya harga saat ini, sepertinya momentum tepat untuk menyerap. Petani berharap kami menyerap,” kata Jusri.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah mulai menunjukkan kesiapan memasok jagung ke Bulog. Dari wilayah Ampana, beberapa mitra sudah menghubungi Bulog untuk memasukkan stok.
“Saat ini, dari Ampana mungkin sudah ada yang bisa masuk. Beberapa mitra dari wilayah itu sudah menghubungi kami untuk memasukkan stok di Bulog. Kami berharap wilayah-wilayah lain juga demikian,” pungkasnya. ***