Dia menegaskan bahwa dunia jurnalistik dan dunia akademik sejatinya memiliki irisan yang kuat, terutama dalam menjaga nalar kritis, objektivitas, dan keberpihakan pada kebenaran. Menurutnya, pengalaman panjang di dunia pers justru memperkaya perspektif penelitian, khususnya dalam melihat dinamika kebijakan publik dan praktik demokrasi di lapangan.

“Ilmu pengetahuan harus hadir untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. Disertasi ini saya dedikasikan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga sebagai ikhtiar kecil memperbaiki tata kelola demokrasi dan pengawasan pemilu di daerah,” ujarnya.

Fery juga berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan praktis bagi penyelenggara dan pengawas pemilu, serta memantik lahirnya kajian-kajian lanjutan yang lebih aplikatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara kampus, lembaga negara, dan media dalam menjaga kualitas demokrasi. “Akademisi, penyelenggara pemilu, dan pers memiliki peran strategis masing-masing. Jika ketiganya bersinergi, saya optimistis demokrasi kita akan semakin matang dan berkeadilan,” tandasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Nasrun, S.Pd.I., MAP, menyambut baik penyerahan disertasi tersebut dan mengapresiasi kontribusi ilmiah yang diberikan oleh Dosen Unismuh Palu tersebut.

Menurutnya, kajian akademik seperti ini sangat penting sebagai bahan refleksi dan rujukan dalam meningkatkan kualitas kebijakan serta kinerja Bawaslu, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian sengketa proses pemilu.

Nasrun menegaskan bahwa sinergi antara dunia akademik dan lembaga penyelenggara pemilu merupakan kebutuhan penting di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks. “Dengan adanya dukungan kajian ilmiah yang komprehensif, Bawaslu diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih responsif, adaptif, dan berbasis pada evidensi empiris,” tandasnya.*ENG