SULTENG RAYA-Menjelang Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) tahun ajaran 2026/2027, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Palu mengumpulkan puluhan operator Education Management Information System (EMIS) Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Sulawesi Tengah.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (9–10/1/2026), di salah satu hotel di Kota Palu. Para operator EMIS merupakan petugas madrasah yang bertanggung jawab mengelola serta menginput data pendidikan ke dalam sistem EMIS Kementerian Agama.
Peningkatan kapasitas ini digelar sebagai bagian dari upaya MAN IC Palu mempersiapkan proses rekrutmen siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Operator EMIS dinilai menjadi garda terdepan dalam memastikan validitas data calon peserta didik yang akan mengikuti seleksi masuk madrasah unggulan tersebut.
Selain diikuti oleh puluhan operator EMIS MTs se-Sulawesi Tengah dan operator MAN IC Palu, juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A., Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh. Syamsu Nursi, serta Kepala MAN IC Palu, Hj. Mardiati Rosmah, S.Ag., M.Ag.
Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin, saat membuka kegiatan tersebut mengapresiasi langkah MAN IC Palu dalam meningkatkan kapasitas operator EMIS. Menurutnya, peran operator EMIS sangat strategis karena berkaitan langsung dengan data pendidikan yang menjadi dasar pengambilan kebijakan.
“Operator EMIS ini sangat menentukan. Mereka adalah jantung madrasah karena data yang mereka kelola menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan,” ujar Junaidin.
Ia menambahkan, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi berbasis digital, kapasitas dan kompetensi operator EMIS harus terus ditingkatkan agar mampu menyesuaikan diri dengan sistem yang terus berkembang.
Terkait MAN IC sebagai madrasah unggulan Kementerian Agama, Junaidin menegaskan bahwa proses rekrutmen siswa baru tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Rekrutmen tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas calon peserta didik.
Sementara itu, Kepala MAN IC Palu, Hj. Mardiati Rosmah, menjelaskan bahwa rekrutmen siswa baru MAN IC Palu dilakukan secara nasional dengan kuota sebanyak 120 siswa setiap tahun.
“Karena seleksi dilakukan secara nasional, seluruh calon siswa dari berbagai daerah memiliki peluang yang sama untuk diterima di MAN IC Palu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak Sulawesi Tengah karena harus bersaing dengan peserta dari daerah lain,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, peran operator EMIS MTs dinilai sangat krusial. Kesalahan sekecil apa pun dalam penginputan data dapat berakibat fatal dan berkontribusi pada kegagalan calon siswa dalam proses seleksi masuk MAN IC Palu.
“Di sinilah peran operator EMIS sangat menentukan. Satu kesalahan data saja bisa menggugurkan peluang anak untuk masuk MAN IC Palu,” tegas Mardiati.
Mardiati berharap agar rekrutmen siswa baru MAN IC Palu setiap tahunnya dapat didominasi oleh putra-putri terbaik Sulawesi Tengah. Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya sekitar 80 persen dari total 120 siswa yang diterima merupakan anak-anak asal Sulawesi Tengah. “Mudah-mudahan tahun ini kembali seperti itu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menargetkan peningkatan jumlah pendaftar pada SNMB 2026/2027. Pada tahun sebelumnya, jumlah pendaftar mencapai 788 orang, sementara tahun ini ditargetkan menembus lebih dari seribu pendaftar.
“Semakin banyak yang mendaftar, semakin baik kualitas rekrutmen. Bukan hanya jumlah, tetapi juga mutu peserta didiknya,” kata Mardiati.
Ia pun berharap para operator EMIS MTs dapat bekerja secara optimal dalam menjaring dan mempersiapkan siswa-siswa terbaik di madrasah masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ke MAN IC Palu.
“Dengan kerja bersama seluruh pihak, sebagaimana harapan Kakanwil Kemenag Sulawesi Tengah, insya Allah impian tersebut dapat terwujud,” harapnya. ENG