SULTENG RAYA – Final Liga 4 Zona 1 Kabupaten Parigi Moutong menghadirkan laga sarat tensi dan emosi. Berlian Tomoli akhirnya keluar sebagai kampiun setelah menundukkan Banteng Olaya lewat drama adu tendangan penalti dengan skor 4-2, usai kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal 2×40 menit di lapangan Harimau Baliara, Jumat sore (9/1/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua kesebelasan tampil tanpa rasa canggung, saling adu strategi dan determinasi. Lini tengah menjadi medan pertempuran utama, dengan Asdiansyah menjadi motor serangan Berlian Tomoli, sementara kapten Banteng Olaya, Aswandi, tak kalah berpengaruh dalam mengatur ritme permainan timnya.

Banteng Olaya beberapa kali mengancam lewat pergerakan Teguh Hidayatullah dan Aan Elhiansyah. Namun, disiplin pertahanan Berlian yang dikomandoi kapten Aril Sandi, ditambah refleks gemilang kiper Savdal, membuat peluang demi peluang Banteng kandas sebelum berbuah gol.

Di sisi lain, trio penyerang Berlian, Moh. Rifal, Radit, dan Irfan juga belum mampu membongkar rapatnya barisan belakang Banteng Olaya yang dikawal Sofyan dan kolega. Skor kacamata pun menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan kian meningkat. Kedua tim sama-sama menaikkan tempo dan bermain lebih agresif. Sejumlah sepakan mengarah ke gawang tercipta, namun ketangguhan dua penjaga gawang—Zulkifli di bawah mistar Banteng Olaya dan Avdal milik Berlian—menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.