Lalu bagaimana dengan tulisan Dr Efatha. Terus terang, kami banyak sekali mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan di balik tulisan tersebut. Bahkan secara pribadi, saya tidak cukup hanya membaca melalui postingan teman di Grup-grup Whatsapp. Melalui penelusuran di mesin pencarian, ada banyak informasi yang kami dapatkan. Termasuk melalui penelusuran itu, ketemulah kami dengan tulisan Dahlan Iskan.

So What? Tulisan Dr Efatha yang merupakan doktor dengan spesialis geostrategi dan geopolitik, makin mempermanis bahkan mungkin menghipnotis sebagian orang, bahwa tulisan itu benar-benar fakta. Sekali lagi kami ingin menyampaikan, juga sebagaimana yang disampaikan Dr Efatha, bahwa tulisan itu hanyalah analisis. Artinya? Silakan lanjutkan.

Sampai sekarang, USA belum secara resmi membocorkan detil operasi yang dilakukan untuk menculik Maduro di peraduannya yang nyaman Bersama maituanya tersebut. Artinya, siapa pun dengan bebas memberikan analisisnya terkait strategi operasi tersebut.

Apa yang disajikan oleh Dr Efatha, sebagai seorang ilmuwan. Secara pribadi kami angkat topi. Bahkan analisis itu sangat ilmiah. Lengkap dengan detil berbagai dugaan persenjataan yang digunakan untuk melumpuhkan system pertahanan Venezuela.

“Ada 150 pesawat di atas sana. Mereka datang dari 20 pangkalan berbeda. Dari Florida. Dari Puerto Rico. Dari geladak kapal induk.” Tulis Dr Efatha di muqadimah tulisannya. Angka 150 ini darimana? Mungkin hitungan ilmiahnya dalam mengestimasi kebutuhan pesawat dalam sebuah operasi tingkat tinggi.

20 Pangkalan Berbeda. Juga datang dari analisis dan hitungan ilmiah, tentang jarak yang paling masuk akal untuk bisa mencapai Karakas (Ibukota Venezuela). Tapi sekali lagi, itu hanyalah analisis.

Lalu apa faedahnya saya membuat tulisan ini? Pertama inilah bentuk apresiasi kami terhadap dalamnya tulisan Sang Maestro dari Timor-Timur tersebut. Namun beberapa kontra narasi yang saya buat dalam tulisan ini, hanya sekadar mengingatkan kita semua, tentang fenomena Post Trust.

Fenomena Post Truth ini tampak dalam tulisan Dr Efatha, yang sebagian masyarakat yakin itulah fakta yang ada di balik penculikan Maduro, Ketika tulisan tersebut viral dan diteruskan berkali-kali. Baik di grup-grup Whatspp, Telegram, dan akun Medsos lainnya. Padahal sekali lagi kita ingat, bahwa sang pembuat scenario, Donald Trump belum secara resmi membeberkan detil operasi rahasia tingkat tinggi tersebut.