Penculikan Maduro, ibarat film yang telah sukses mencatat pendapatan Box Office, Namun sang sutrdara tentu belum mau merilis Behind the Screen-nya. Hal itu bisa saja membuat alur film jadi hambar, karena kekaguman penonton akan pudar jika melihat proses syutingnya yang ternyata hanya dibuat di studio dengan teknologi Green Screen.

Tapi sekali lagi, fakta-fakta yang diungkap, tentang E-3 Sentry, F-35 Lightning II, radar S-300 buatan Rusia, EA-18G Growler, Night Stalkers, helikopter MH-47 Chinook yang terbang sinting di lautan Karibia, serta algoritma AI Finansial yang mengacaukan perdagangan Venezule, itu ilmiah. Saya pun terkagum-kagum dengan uraian Dr Efatha.

Paling tidak dari tulisan Dr Efatha, wawasan kita harusnya jadi lebih terbuka. Inilah fakta yang tersaji di depan mata kita, tentang canggihnya teknologi yang dicapai anak manusia.

Tapi ada satu yang cukup membuatku kaget dari pertanyaan seorang anak kecil di balik kekaguman kita dengan suguhan informasi canggihnya teknologi sehingga dengan mudahnya USA menculik Maduro.

โ€œKenapa mereka tidak bisa tangkap Orang H4m4s Abi,โ€tanya Mehmedku.

Seketika kutinggalkan laptopku dan langsung kuteguk kopi hitamku, lalu ku berlalu tidak memberikan jawaban ke Mehmed yang tampaknya kembali asyik dengan mainannya.(**)