SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, terus berkomitmen menjaga integritas dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Sebagai langkah nyata penguatan pengawasan internal dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika, LPKA Palu melaksanakan kegiatan penggeledahan blok hunian dan tes urine mendadak pada Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam poin pemberantasan peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin (Wasgakin), Jemmy, dengan didampingi Kasubsi Administrasi Wasgakin, Hery Purwono, staf pengawasan, serta petugas jaga.

Sebelum memulai aksi, seluruh personel diberikan arahan tegas mengenai pembagian tugas dan teknis pelaksanaan.

“Kita harus memastikan lingkungan ini aman, namun dalam prosesnya, lakukanlah secara humanis dan sesuai SOP. Tujuan kita bukan hanya memeriksa, tapi memberikan rasa aman bagi Anak Binaan,” ujar Jemmy.

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis di blok hunian anak binaan. Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian, memeriksa barang-barang pribadi, hingga area di sekitar blok untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk.

Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya barang berbahaya maupun benda terlarang lainnya. Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik dari para anak binaan serta efektivitas pengawasan yang dilakukan petugas selama ini.

Selain penggeledahan, LPKA Palu juga menyelenggarakan tes urine sebagai bentuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Tes ini menyasar 8 orang peserta yang dipilih secara selektif dan acak, terdiri dari 4 orang Anak Binaan dan 4 orang Pegawai LPKA.

Pemilihan peserta secara acak ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan efektivitas pengawasan, baik bagi penghuni maupun petugas, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip etika dan kehati-hatian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di lapangan, seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan Negatif dari zat narkotika. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Menanggapi hasil tersebut, Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, memberikan apresiasi kepada jajaran dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala.

“Alhamdulillah, situasi terpantau aman dan kondusif. Hasil negatif pada tes urine dan nihilnya barang terlarang di blok hunian menunjukkan komitmen kami dalam menjaga integritas lembaga. Kami tidak akan memberi toleransi terhadap peredaran narkoba maupun barang ilegal lainnya,” tegas Welli.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alarm bagi seluruh elemen di LPKA Kelas II Palu untuk senantiasa menjaga kebersihan lembaga dari pengaruh narkotika serta menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat dan aman bagi anak-anak binaan.*/YAT