SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu kembali melakukan Leadership dan Management Training bagi unsur pimpinan yang ada di kampus biru, dilaksanakan selama tiga hari, terhitung dari tanggal 7 hingga 9 Januari 2026, di Gedung Banua Kaili (GBK) H. Rusdy Toana.

Ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya melakukan hal yang sama pada 23-26 Juli 2025 diikuti sebanyak 51 unsur pimpinan. Gelombang kedua ini dikhususkan bagi pejabat yang belum sempat mengikuti kegiatan yang sama pada gelombang pertama.

Di gelombang kedua ini akan dihadiri langsung oleh Pimpinan  Majelis  Pendidikan  Tinggi  Penelitian  dan Pengembangan  (Diktilitbang)  Pimpinan Pusat Muhammadiyah  sekaligus menjadi pemateri yakni Prof. Mahfud Sholihin,  Ph.D.,  Ak., CA., CPA (Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Dr. Muhammad  Samsudin, S.Ag., M.Pd (Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Prof. Ahmad  Muttaqin, M.A., Ph.D (Sekretaris Majelis Diktilitbang  PP Muhammadiyah).

Dr. Hendro Widodo,  S.Pd.l.,  M.Pd (Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D (Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Ghoffar Ismail,  S.Ag., M.A (Tim Pengembang  Majelis Diktilitbang  PP Muhammadiyah),  dan Muhammad Isa Anshari, S.E (StafMajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah).

Selain itu, juga dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A (Ketua MPKSDI), Dr. Ir. Abdul Rakhim Nanda, ST., MT., IPU (Wakil ketua MPKSDI), Velandani Prakoso, S.IP., M.IP (Wakil Ketua MPKSDI), dan Muhammad Dzar Al-Banna (Staf MPKSDI).

Rektor Unismuh Palu, Prof.Dr.H. Rajindra, SE., MM saat memberikan pengarahan pra pembukaan, Rabu (7/1/2026) Pagi menyampaikan, jika kegiatan seperti ini wajib diikuti oleh pejabat di setiap jenjang jabatan. Agar dapat memahami tugas dan fungsinya. Apalagi banyak yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) itu bukan berlatar belakang dari Perserikatan Muhammadiyah.

“Nanti mengenal Muhammadiyah setelah bekerja di amal usaha atau di kampus ini, sehingga dengan melalui kegiatan seperti ini penting sekali buat mereka, agar dapat memahami bagaimana itu jika bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah, bagaimana pengelolaannya dan sebagainya,”jelasnya.

Lebih lanjut kata prof Rajindra, bahwa kegiatan ini dilandasi oleh semangat untuk berubah menuju pengelolaan kampus yang lebih baik. Karena pelatihan kepemimpinan itu menjadi instrumen dalam mengubah cara bekerja, cara berpikir, tata kelola, manajemen dan bahkan karakter setiap orang.

Sementara itu, Tim Pengembang  Majelis Diktilitbang  PP Muhammadiyah, Ghoffar Ismail,  S.Ag., M.A sekaligus sebagai Imam Training menyampaikan, jika kegiatan ini bukan untuk menciptakan supermen yang hebat dalam pekerjaan tapi  bekerja secara individu, namun kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan super tim, yakni orang-orang hebat yang bekerja secara bersama-sama dan tersistem dalam bekerja.  ENG