SULTENG RAYA— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menerima 19 siswa magang dari SMA Negeri 6 Palu, sebagai wujud komitmen dalam mendukung pengembangan kompetensi generasi muda sekaligus sebagai bentuk perkenalkan dunia kampus sejak dini.

Sebanyak 19 siswa tersebut secara resmi diterima oleh Sekretaris Unismuh Palu, Dr. Fadli Umar, S.KM., M.Kes, dari guru pendamping SMAN 6 Palu, Nova Herlina, S.Pd., M.Pd., dan Mujizat Hi. Lolo, S.Ag. Kegiatan penerimaan itu disaksikan oleh sejumlah ketua lembaga dan kepala biro di lingkungan Unismuh Palu. Program magang ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 5 Januari hingga 5 Februari 2026.
Program magang tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah dalam memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa di lingkungan kerja profesional.
“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat tata kelola administrasi, budaya kerja, serta dinamika aktivitas akademik dan nonakademik di lingkungan universitas,” ujar Fadli Umar, Senin (5/1/2026).
Selama masa magang itu sebut Fadli, para siswa SMAN 6 Palu akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas pendukung sesuai dengan bidang dan unit kerja masing-masing. Kegiatan ini dirancang untuk melatih keterampilan dasar, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama sebagai bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.
Lebih lanjut kata Fadli, penerimaan siswa magang ini juga sejalan dengan peran Unismuh Palu sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap program pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sejak dini.
Sementara itu, guru pendamping SMAN 6 Palu, Nova Herlina, menjelaskan bahwa ke-19 siswa magang tersebut merupakan peserta didik kelas XII yang akan segera menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah. Oleh karena itu, mereka dinilai perlu mendapatkan pemahaman langsung mengenai dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, serta lingkungan perguruan tinggi. Program magang ini sekaligus menjadi pengganti ujian sekolah.
“Di SMAN 6 Palu tidak lagi diberlakukan ujian sekolah. Kami menggantinya dengan program Aksi Nyata untuk memperkenalkan kepada peserta didik kondisi dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Program ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik yang dalam waktu dekat akan menjadi alumni,” ungkap Nova.
Menurutnya, peserta didik membutuhkan motivasi yang kuat untuk membangun orientasi masa depan, baik dalam jalur pendidikan maupun karier. Tanpa motivasi dan pemahaman yang memadai, siswa berpotensi mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan setelah lulus.
Adapun tujuan kegiatan ini, lanjut Nova, antara lain meningkatkan motivasi dan kesadaran siswa dalam merencanakan masa depan, membekali siswa dengan pemahaman dasar tentang dunia kerja, usaha, dan industri, mendorong siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau mengikuti pelatihan profesional, membangun karakter adaptif, mandiri, dan percaya diri, serta menjalin kemitraan antara sekolah dengan institusi pendidikan dan dunia industri.
“Oleh karena itu, sekolah perlu menyelenggarakan kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal dunia kerja dan memahami berbagai peluang karier,” jelasnya. ENG