Pangdam menegaskan bahwa Natal tahun ini dirayakan di tengah berbagai krisis global, nasional, dan sosial yang nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari konflik, krisis kemanusiaan, tekanan ekonomi, hingga dampak bencana dan derasnya arus informasi.
Karena itu, Natal tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi kabar pengharapan bahwa Allah tetap hadir dan berjalan bersama umat-Nya di tengah dunia yang rapuh dan terus berubah.
Mengangkat Tema Natal Tahun 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Pangdam menekankan karya keselamatan Allah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Allah hadir bukan hanya di gereja, tetapi juga di rumah dan ruang keluarga. Keluarga merupakan sekolah iman pertama, tempat menanamkan nilai kasih, doa, pengampunan, dan pengharapan, meskipun tidak terlepas dari berbagai tekanan dan tantangan kehidupan.
Ibadah Natal berlangsung khidmat dan penuh sukacita, mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kedamaian. AMR