Menurut wali kota, kebijakan pemerintah tidak boleh mengaburkan tujuan utama, yakni mendorong kesejahteraan warga.
Wali kota mencontohkan momentum demonstrasi pada akhir Agustus lalu hingga awal September 2025 kemarin, sebagai pengingat agar pemerintah lebih bijak dalam membuat kebijakan.
“Pembangunan ini harus diaplikasikan ke wilayah-wilayah lain, supaya daya jangkau kita memperbaiki ruang-ruang kecil dan akses-akses bisa lebih kuat. Dengan melibatkan masyarakat lebih masif, hasilnya akan cepat dirasakan,” tegas wali kota.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga Palu agar tetap tertib, bersih, dan berkembang.
Wali kota mengingatkan bahwa pasca-bencana 2018, Kota Palu mampu bangkit menjadi kota yang lebih baik, termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Pembangunan ini bersumber dari masyarakat, dari pajak dan retribusi yang kembali kepada masyarakat. Bayangkan, rata-rata setiap tahun pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada 2.000 rumah, dan hingga tahun ini sudah lebih dari 7.000 rumah menerima manfaatnya,” ungkap wali kota.
Wali Kota Hadianto menutup sambutannya dengan keputusan penting, yakni menaikkan total anggaran Program Kelurahan Mantap dari Rp2 miliar menjadi Rp5 miliar.
Dana tersebut akan diberikan kepada 10 kelurahan terbaik, masing-masing senilai Rp500 juta.
“Terima kasih kepada Besusu Barat yang selalu memberikan contoh baik dalam pengelolaan wilayah, lingkungan, dan dana secara transparan kepada masyarakat. Mari kita terus jaga kota ini bersama-sama,” tutup wali kota.ABS