Wo de péng you zài năli
yī er san sì wǔ liù qi
wo de péng you zài năli?
zài zhèli, zài zhèli
Wǒ de péngyou zài năli
Lagu ini dinyanyikan dengan fasih dan ceria oleh anak-anak di Rumah Literasi Sidaya, Desa Labota, Bahodopi, Morowali. Anak-anak dengan usia variatif ini bernyanyi dengan antusias. Momen ini sebagai ajang pembuktian, sekaligus panggung pertunjukkan kepada rombongan media tour IMIP yang berkunjung di lokasi tersebut, pada Selasa 8 Juli 2025.
Oleh: IRWAN/SULTENG RAYA
Rumah Literasi Sidaya, merupakan salah satu program CSR PT IMIP dibangun sebagai salah satu upaya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Bahodopi untuk keseimbangan ekosistem. Suasana RTH Sidaya sangat Adem, banyak tumbuh pohon gerseng, bambu dan pohon-pohon lainnya. Tempat ini jadi favorit warga sekitar untuk berkumpul dan belajar. Salah satunya yang dipelajari adalah belajar bahasa Mandarin untuk anak-anak.
Bahasa internasional yang biasanya hanya disaksikan lewat layar kaca itu, kini hadir di Labota. Kami menyaksikan sendiri, bagaimana anak-anak lokal dengan wajah khas Indonesia, sudah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin. Bahkan, mereka menghibur kami dengan lagu yang sangat asyik untuk didengar.
Saat ditanya, anak-anak pun tak ragu, ada yang bercita-cita ingin pergi ke China. Sebuah cita-cita yang bagi anak-anak desa zaman dulu, dianggap Mustahil. Kehadiran Rumah Literasi Sidaya mampu menumbuhkan asa anak-anak untuk bermimpi tinggi. Hal- hal yang dulu dianggap mustahil, kini hadir langsung di desa mereka.
RTH Sidaya hanyalah salah satu kontribusi nyata PT IMIP untuk menghadirkan kesetaraan kesempatan bagi warga lokal yang hidup di sekitar kawasan. Dampak lain kehadiran IMIP tentu saja bisa terlihat secara kasat mata.
Bagi mereka yang pernah berkunjung atau sekedar melintas di Bahodopi, sangat jelas geliat ekonomi tumbuh di kawasan tersebut, anda bisa melihat hampir tiap 100 meter, terdapat gerai perbelanjaan modern seperti Alfamidi dan indomaret hadir di sana.
Belum lagi, kantor perbankan dan berbagai jenis usaha sangat mudah ditemui di kawasan ini. Bahodopi yang dulunya perkampungan nelayan, kini bertransformasi menjadi kota, minusnya tidak ada gedung pencakar langit dan Mall.
Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan mengungkapkan bahwa PT IMIP yang beroperasi penuh pada tahun 2015 telah mengubah lanskap perekonomian daerah dengan positif.
Dampak berlipat kehadiran kawasan industri terlihat dari bergeraknya finansial yang tak hanya mengerek nilai ekspor nikel ke pasar dunia, namun juga menghidupkan ribuan usaha rakyat, menyerap puluhan ribu tenaga kerja, sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.
Menurut Dedy, kehadiran IMIP melahirkan peluang usaha baru, seperti katering, berbagai bisnis jasa seperti transportasi, laundry, barbershop, hotel, serta perdagangan. Dengan efek ganda yang ditimbulkan, IMIP kini bukan sekadar simbol hilirisasi industri nikel Indonesia, tetapi juga tumpuan pertumbuhan ekonomi regional yang terus terpacu dinamis.
“Dari sisi fiskal, kontribusi pajak, royalti dan retribusi dari aktivitas IMIP menjadi sumber pendapatan signifikan bagi daerah maupun negara. Dana ini kemudian menopang pembangunan fasilitas publik, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga perbaikan sarana umum,” jelas Dedy Kurniawan.
MOROWALI TUMBUH