SULTENG RAYA- Fadillah Ismail berhasil meraih Juara I pada Lomba Video Konten Literasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah.
Video karyanya berjudul “Budaya Literasi di Sekolah” sukses memikat perhatian tiga dewan juri, yakni Muhammad Fachry, Andri Firmansyah, dan Muthi’ah Zahra dengan total nilai 352.
Pencapaian tersebut mengungguli peserta lainnya. Juara II diraih oleh Erma Oktavia melalui video “Wisata Literasi – Perpustakaan bikin budaya minat baca meningkat?” dengan nilai 350, sementara Juara III ditempati Moh Rizal lewat video “Literasi Dulu dan Kini” dengan nilai 349.
Selain tiga besar, Dispusaka Sulteng juga memberikan apresiasi kepada tujuh finalis sebagai juara favorit. Mereka adalah Andini Aura Nur Widad (Perpustakaan adalah Jendela Dunia), Moh Syarief Hidayatullah (Berani Membaca), Fathin Rizaldy (Kenapa Harus Membaca?), Dadan Darusman (Kegiatan Literasi SMA Sukma Bangsa), Rosdini Azizah Aziz (Satu Rumah Satu Literasi), Anita (Cahaya untuk Sulteng Nambaso), serta Wildan Azka (Surat dari 2045).
Pemenang lomba tersebut diumumkan oleh Muhammad Fachry selaku Ketua merangkap anggota dewan juri di Aula Dispusaka Sulteng, Jumat (29/8/2025).
Lomba yang digelar sejak Juni hingga Agustus 2025 ini diikuti oleh 80 peserta dari kalangan masyarakat umum. Masing-masing peserta diwajibkan mengunggah karya mereka di kanal YouTube pribadi, lalu mengirimkan tautan video ke panitia dan juri untuk dinilai.
Juara I memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, Juara II sebesar Rp4 Juta, Juara III sebesar Rp3,5 Juta, sementara juara favorit masing-masing Rp1 juta. Dana kegiatan ini bersumber dari DAK Non Fisik Dispusaka Sulteng Tahun Anggaran 2025.
Plt. Kepala Dispusaka Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wahana edukasi. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menyebarluaskan informasi tentang program perpustakaan, mengembangkan budaya baca dan literasi di masyarakat, serta memberikan ruang kreativitas khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Idham menambahkan, lomba video konten literasi juga diharapkan mampu menjaring informasi dari masyarakat terkait kearifan lokal di Sulawesi Tengah. Kearifan lokal tersebut dapat dijadikan pijakan dalam menumbuhkan budaya membaca yang berkelanjutan.
“Lomba ini menjadi bagian dari strategi apresiasi dan motivasi yang diarahkan agar terus dikembangkan, tidak hanya oleh perpustakaan nasional, tetapi juga oleh sekolah, masyarakat, lembaga pemerintah, maupun jalur-jalur lain yang mendukung gerakan literasi,” jelasnya.
Ia berharap, para pemenang dan peserta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. “Setiap peserta punya potensi besar untuk menciptakan perubahan. Jangan hanya menjadi penerima ilmu, tapi jadilah agen perubahan yang kreatif, sehingga perpustakaan dapat berkembang sebagai pusat kecerdasan dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Idham mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun budaya literasi dengan menghadirkan karya-karya video yang berbasis budaya lokal Sulawesi Tengah. Hal itu selaras dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah BERANI CERDAS yang mendukung visi-misi Gubernur Sulteng periode 2025–2029: “Mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera dengan pembangunan berbasis lokal dan kearifan berkelanjutan”. ENG